TERKESAN POSITIF, NAMUN RISKAN UNTUK DIPROGPAGANDAKAN Di jalan-jalan yang terbentang luas, suara-suara protes menggema. Demonstrasi bukan sekadar aksi spontan, melainkan puncak dari kekecewaan dan keresahan yang telah lama terpendam. Rakyat bersatu, menuntut keadilan dan perubahan. Dari kota hingga desa, masyarakat dari berbagai latar belakang berkumpul untuk menyuarakan aspirasi mereka. Mereka menuntut hak-hak yang telah lama diabaikan, menuntut perubahan yang nyata. Tepat pada tanggal 1 September 2025, Aliansi Lampung Melawan bersama seluruh elemen masyarakat melakukan demonstrasi di depan gedung DPRD Wilayah lampung, untuk menyampaikan seluruh keresahan dan kemarahan yang terakumulasi dalam beberapa tahun belakangan ini. Saya adalah salah satu bagian dari mereka yang ikut turun kejalan membersamai masyarakat secara kolektif untuk menuntut hak - hak mereka, tentu saya mengetahui apa saja dinamika - dinamika yang terjadi dalam garis perjuangan. Mulai dari pelepasan di tiap t...
Postingan populer dari blog ini
BRUTALITAS APARATUR
TANGAN BESI, HATI BATU : BRUTALISME APARATUR TERHADAP RAKYAT VOX POPULI VOX DEI ( SUARA RAKYAT ADALAH SUARA TUHAN ) D ibalik topeng kekuasaan, tersembunyi wajah brutalisme aparat yang menghantui masyarakat. Kekerasan, penyalahgunaan kekuasaan, dan ketidakprofesionalan menjadi ciri khas dari fenomena ini. Masyarakat menjadi korban, kepercayaan publik terkikis, dan citra lembaga yang bersangkutan rusak. Unjuk rasa adalah hak konstitusional warga negara yang dijamin oleh UUD 1945 Pasal 28E dan dilindungi oleh UU No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Segala bentuk kekerasan terhadap massa aksi baik fisik, verbal, maupun psikologis merupakan bentuk pelanggaran terhadap prinsip negara hukum dan hak asasi manusia. Tindakan represif aparat adalah bentuk penyalahgunaan wewenang dan mencederai demokrasi. Aparat semestinya menjadi penjaga ketertiban dan pelindung rakyat, bukan alat kekuasaan untuk membungkam suara kritis. Pembungkaman melalui k...
Sejarah dan Profil MOOT COURT COMMUNITY Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung
MOOT COURT COMMUNITY Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung (fiat justicia ruat caelum) “Law not has been logic, but law is about experience” “Law in action not only in the book” Dua kalimat diatas mengartikan bahwa hukum bukan hanya hal yang dinikmati dalam bentuk teori dan buku saja, melainkan hukum berada dalam pengalaman dan praktik itu sendiri. Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung adalah Fakultas yang mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dengan nilai-nilai hukum positif, setidaknya bagi mahasiswa fakultas Syariah harus mampu berdiri pada sendi hukum positif dengan tidak mengesampingkan nilai keislamannya. Hal tersebutlah yang sedang berusaha kami bangun , melihat belum adanya satu wadah yang menghimpun mahasiswa khususnya di Fakultas Syariah untuk menghimpun dan mengembangkan potensi mahasiswa khususnya dibidang hukum, maka atas dasar kesadaran, kesatuan dan kemandirian untuk dapat menanamkan output agent of change , maka dibentuklah satu wada...

Komentar
Posting Komentar